BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

Inilah Presenter Muslimah Berhijab Pertama di Amerika

noor_presenter_hijab_amerika_muslimahAntiLiberalNews – Terdorong impian masa kecilnya untuk menjadi jurnalis, seorang Muslimah Amerika bercita-cita menjadi presenter berhijab pertama di siaran TV komersial Amerika.

“Saya tumbuh dan saya tahu bahwa saya ingin menjadi reporter… dan dengan itu saya dapat berbagi berbagai kisah kepada orang-orang,” kata jurnalis Muslimah, Noor Tagouri dalam sebuah video pada hari Jum’at, 10 April.

“Awalnya saya tidak pernah berpikir saya akan memakai hijab, tetapi ketika saya mulai memakainya, saya tetap memutuskan saya ingin menjadi reporter. Saya tidak ingin hijab ini menghentikan cita-cita saya.”

“Nama saya, Noor, artinya ‘cahaya.’ Nama tengah saya adalah Alhuda, jadi Noor Alhuda artinya ‘cahaya petunjuk,'” katanya.

“Nama saya telah menginspirasi saya bahwa saya harus menjadi cahaya petunjuk.”

Noor yang berusia 21 tahun, akhirnya berhasil mencapai impiannya setelah meluncurkan kampanye social media #LetNoorShine artinya, “biarkan cahaya berkilau”, pada tahun 2012, dengan tujuan mendorong dirinya dan sesama untuk mengejar impian-impian mereka.

“Saya memulai kampanye #LetNoorShine ketika saya memutuskan bahwa saya harus menjadi sangat vocal akan cita-cita saya menjadi jurnalis hijabi di televisi Amerika,” kata Noor Tagouri.

Bangga dengan hijabnya, Tagouri memiliki 89.000 followers di laman Facebook resminya.

Akhirnya direktur Community and Public Affair Radio CBS, Justine Love, menawarkan kesempatan magang bagi Noor ketika ia berusia 18 tahun.

“Saya kemudian shalat istikharah, yaitu shalat untuk meminta petunjuk,” tutur Noor.

“Saya shalat pada malam sebelum saya tampil, meminta Allah untuk memberikan saya kesempatan magang atau pekerjaan sebagai presenter.”

Bagi Noor, mendapatkan magang di Radio CBS adalah langkah penting untuk mencapai impiannya.

Walaupun mendapatkan dukungan dan pujian, Noor Alhuda Tagouri juga menghadapi kritikan.

“Sudah sangat sering saya mendapat hantaman, ketika orang-orang bilang kepada saya bahwa saya tidak akan berhasil mencapainya, ketika orang-orang di ruang siaran berita tempat saya magang akan berbicara di belakang saya, ‘Dia pikir dia itu siapa? Apa dia nggak tahu bahwa ini (presenter berhijab -Red.) tidak akan bisa terjadi untuknya?”, kata Noor.

“Tapi mereka tidak menyadari, bahwa generasi ini, adalah generasi baru. Banyak hal berubah. Orang-orang akan terbiasa dengan hal ini (presenter berhijab). Orang-orang menginginkan keragaman; mereka ingin mengerti satu sama lain.”

Walaupun tidak ada angka resmi, diyakini jumlah Muslimin di Amerika telah mencapai 6-8 juta jiwa.

Sebuah survei oleh Pew Research Center , berjudul “Public Remains Conflicted Over Islam”, telah mengungkap bahwa mayoritas penduduk Amerika hanya mengerti sangat sedikit saja tentang Muslim dan Islam.

Sebuah polling oleh The Economist/YouGov menunjukkan mayoritas warga Amerika yakin Muslimin telah menjadi korban diskriminasi, setelah banyak terjadi serangan kepada Muslimin Amerika belakangan ini.

Diterjemahkan dengan suntingan, dari OnIslam.Net: “US Gets First Veiled Muslim TV Anchor”

Penerjemah: Beta Ismawan