BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Kamis , 19 Oktober 2017

Suratmi di Mata Psikolog: Dia Mentalnya Pejuang

Suratmi, isteri almarhum Siyono (Foto: Kiblat)
Suratmi, isteri almarhum Siyono (Foto: Kiblat)

AntiLiberalNews | Kiblat – Untuk ke empat kalinya psikolog asal Jogja, Dwi Estiningsih bersilaturahim ke rumah Suratmi atau Mufidah, istri Alm. Siyono. Hal itu ia lakukan karena istri almarhum itu sudah dianggap seperti teman sendiri.

“Saya sejak awal mendampingi bu Mufidah untuk konsultasi, ya sebagai muslim saya membantu, dan saya sudah seperti teman,” katanya kepada Kiblat.net pada Sabtu (16/4/2016) di Masjid Muniroh, Cawas, Klaten.

Ia juga mengatakan kehadiran Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang berjaga di masjid telah membuat Suratmi merasa lebih aman.

“Kehadiran KOKAM untuk berjaga di sini sangat membantu bu Mufidah untuk lebih merasa aman. Kemarin kan ayahnya sempat dipanggil ke polsek, kemudian orang tuanya juga sesak nafas, itu mempengaruhi psikologi dia,” imbuh psikolog yang biasa disapa Bu Dwi itu.

Ia pun merasa salut dengan mental Suratmi yang tegar. Ia mengibaratkan mentalnya seperti mental pejuang.

“Saya salut dengan bu Mufidah, dia itu mentalnya pejuang. Artinya dia itu bisa kuat dengan berbagai cobaan, dan berjuang dengan melihat pada tujuan, tujuannya kan Allah,” ungkapnya.

Selain itu Bu Dwi juga merasa salut dengan ibu lima anak itu karena tetap sederhana meski mendapatkan donasi dari kaum muslimin.

“Saya juga salut dia tidak menggunakan uang yang diberikan oleh kaum muslimin dengan berlebihan. Karena menurut dia, ini uang umat, bukan uang Siyono. Ayahnya juga masih ke sawah, masih ada hewan ternak,” jelasnya.

Untuk kondisi anak, lanjutnya, Ibrohim itu dia kondisi psikologisnya kembali ke tahun sebelumnya. “Artinya yang saat ini sudah mandiri lalu jadi manja lagi. Karena dulu sering diajak sama ayahnya,” tuturnya.

Suratmi atau yang akrab dengan panggilan Mufidah menilai bahwa Bu Dwi orangnya baik. Sebab, ia selalu memberikan solusi.

“Dia itu baik mas, dia memberi masukan pada saya. Dia mengatakan supaya tidak terlena dengan harta sehingga membuatnya tidak mengungkap keadilan dan kebenaran,” tukasnya.

Edit: Adiba Hasan