BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Sabtu , 21 Januari 2017

Ketika Rangga Diperankan Nicholas Syariah

Rangga Nicholas Syariah LesehanOleh : Maulana Mustofa

AntiLiberalNews – Film Kisah percintaan AA DC banyak digandrung kawula muda. Bahkan baru baru ini akan dikeluarkan serial terbaru. Dimana Sosok Rangga diperankan oleh Nicholas Syariah. Kisah ini agak jauh berbeda dari yang sebelum sebelumnya. Bahkan film ini bergenre sedikit religius.

Tersebutlah nama Nicholas Syariah sebagai pemeran Rangga dalam Aa DC. Rangga menjadi sosok yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Rangga tetap sang pembuat puisi, tapi isi puisinya lebih banyak tentang gaza dan suriah.

Rangga yang diperankan Nicholas Syariah adalah sosok siswa SMU penggemar sejarah dan geopolitik timur tengah .

Ketika kebanyakan aktivis Islam kebanyakan membela Gaza. Maka awal tahun 2000, Rangga sudah menulis puisi tentang Suriah, karena rangga tahu Hafez Assad telah membantai satu kota Hama tahun 1982.

Konon puisi Rangga yang memenangkan perlombaan puisi di sekolahnya adalah tentang Suriah. Judul puisi rangga “tentang seseorang” adalah tentang seorang diktator nushairiyah yang berpura pura anti zionis padahal menjual golan ke zionis.

Ku lari ke medan perang, kemudian menyanyiku
Ku lari ke golan, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau peperangan
Bosan Aku dengan kebohongan ,
Dan enyah saja kau kemunafikan
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Luncurkan saja nuklirnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,
Ada agen zionis menyulam jaring laba-laba belang di tembok damaskus putih,
Kenapa tak pukuli badannya sendiri , biar terdera mengingat karbala
Atau aku harus lari ke kebun lalu belok ke pantai lattakia.

Puisi inilah yang menyebabkan Cinta, seorang wartawan mading sekolah ingin mewawancarai Rangga.

Tapi Rangga yang diperankan Nicholas Syariah tentu menolak diwawancarai berdua. Rangga sangat menghormati wanita, tentu saja hal ini membuat Cinta sedikit kesal, walau akhirnya menimbulkan rasa kagum mendalam. Demi terlaksananya deadline mading sekolah Rangga terpaksa diwawancarai memet.

Memet yang menyukai Cinta, membuat cerita buruk tentang Rangga. Kemudian beredarlah isu bahwa Rangga adalah seorang wahabi yang mengikuti gerakan Ikhwanul Muslimin.

Cinta yang menyukai Rangga menyelidiki latar belakang Rangga. Terlihat Rangga jarang sekali ngustadz seperti teman temannya.

Rangga jarang sekali bercakap tentang Al-Qur’an. Tetapi Rangga telah membuat orang orang melihat sendiri bahwa di dalam diri Rangga ada Al-Qur’an, dengan memberikan makanan teman yg kesulitan ekonomi, memberikan pakaian kepada tetangga yg membutuhkan, menyayangi anak yatim dan memaafkan orang yang berbuat jahat.

Cinta yang makin penasaran dengan Rangga menyelidiki sampai ke rumahnya. Didapatilah info bahwa ayah Rangga adalah aktivis Islam yang pernah dicekal zaman orde baru. Bahkan ayah Rangga hampir tewas di Tanjung Priok ketika melawan kebijakan astung (Asas Tunggal ). Cinta yang menyukai Rangga, menginginkan Rangga menjadi pendamping hidupnya. Namun Rangga urung menerima Cinta. Rangga ingin jika mereka memiliki hubungan, haruslah disahkan ke KUA alias menikah.

Sang wartawan mading sekolah itu tak keberatan menikah dengan Rangga, namun cinta masih keberatan memakai hijab. Belum lagi keluarga Cinta telah dipengaruhi memet yang mulai menyenangi Iran karena terpengaruh media. Maka isu kewahabian Rangga terus dihembuskan, padahal Rangga baru saja menerima beasiswa ke amerika.

Cinta masih setia mengikuti rangga diam diam. Ternyata Rangga pergi ke pasar senen berburu buku buku buya Hamka, kemudian shalat ashar di toko gunung agung.

Jelang Sore Rangga telah tiba di kawasan pulogadung. Cinta yang melihat dari kejauhan terkejut, Rangga menghampiri sekelompok pengamen. Kemudian para pengamen tersebut duduk membuat lingkaran mendengarkan Rangga yang diakhiri makan bersama.

Cinta masih tercengang dengan aktivitas Rangga, buat apa berkumpul dengan para pengamen itu. Tapi keheranan Cinta terjawab beberapa tahun kemudian, ketika pengamen yang berkumpul bersama Rangga muncul di acara religi di sebuah stasiun tv.

Detik detik kepergian Rangga ke amerika akhinya kian mendekat. Sementara Cinta dalam dilema dengan keluarganya. Lebih lebih setelah peristiwa 11 september. Memet telah membuat keluarga Cinta percaya bahwa Rangga terkait Al Qaeda.

Pagi pagi Rangga mengemasi pakaiannya, setelah pamit kepada Ayahnya, Rangga kemudian menuju pelabuhan. Rangga ternyata tidak pergi ke Amerika menggunakan pesawat, melainkan dengan kapal laut. Alasannya klasik, Rangga kekurangan ongkos.

Sementara Cinta yang mengejarnya ke bandara tak menemukan Rangga.

168 Purnama Kemudian (14 Tahun)

Rangga telah menyelesaikan Studinya di Amerika. Selama kuliah, Rangga menjadi kontributor situs Islam online. Menjadi jurnalis online di amerika membawa Rangga memasuki berbagai Komunitas disana.

Komunitas paling berkesan di Hati Rangga adalah CAIR, Council of American Islam Relation. Komunitas ini sering turun ke jalan jalan amerika. Mulai dari berbagi makanan sampai pelayanan kesehatan gratis, akhirnya banyak orang Amerika yang masuk Islam.

Yang membuat Rangga terkagum ialah organisasi CAIR ini justru didirikan orang HAMAS bernama Nihad Awad. Dakwah di jantung negara yang memusuhi palestina, pikir Rangga.

Rangga pagi itu baru tiba di kedai kopinya. Namun ia buru buru menulis sebuah deadline travelingnya yang terakhir. Tentang perjalanan ke makam abu luluah al Majusi, seorang persia yang membunuh Umar bin Khattab. Namun makamnya justru diagungkan di Iran sana.

sang pujangga puisi itu tiba tiba terkejut dengan kedatangan Sukma, yang ternyata adik tiri Rangga dari ibunya. Rangga selama ini merasa tak punya ibu, karena ibunya pergi bersebab tak tahan dengan ayahnya yang merupakan aktivis Islam penentang asas tunggal.

Rangga yang bersikeras tak mau menemui ibunya di Yogjakarta akhirnya luluh. Sukma menceritakan bahwa ibunya saat ini adalah agen coin4syam. Ibunya mengupulkan recehan untuk kemudian didonasikan ke Suriah.

Disisi lain Cinta, Carmen, Maura dan Milly juga berangkat ke Jogjakarta. Mereka tertarik mengunjungi Masjid Jagokriyan, hal itu terjadi karena carmen yang baru sembuh dari ketergantungan Narkoba membaca buku Lapis Lapis keberkahan karya Ust Salim A Fillah di panti Rehabilitasi.

Rangga mengalami kegalauan di dalam pesawat. Ia tiba tiba mengingat Cinta, padahal baru saja sebuah email masuk. Seorang Ustadz di Amerika ingin menjodohkan Rangga dengan seorang Muslimah.

Namun diketinggian pesawat yang terkena badai, Rangga tak memikirkan cinta. Namun memikirkan kematian.

Antara Hidup dan Kematian

Apa yang kita rindukan dari kematian?
Kedatangannya yang pasti dan wajahnya yang gamang.

Kematian ialah pertanyaan panjang, dan jawaban ialah sesuatu yang lain.

Tak saling berkait, bukan sahut menyahut, bukan bermusuhan, tapi mungkin tak saling kenal.

Apa dibalik kematian? Tumpukan rindu orang-orang yang hidup, atau arwah-arwah mereka yang tubuhnya membeku tanpa nafas… Tertanam di bumi.

Yang kupahami, hanya kain kafan, lubang di tanah, tangisan, dan kuburan.

Tapi itu bukan kematian. Sebab kematian tidak seperti itu. Yang tak lagi berkarya, sudah mati.

Setiba di bandara, Rangga kemudian memesan transportasi online dari gadgetnya. Alasannya? Rangga bersimpati dengan para sopir taksi yang Hijrah ke transportasi online karena boleh berjanggut mengikuti Sunnah Nabi.

Rangga tiba di Rumah lama Cinta, Namun tak menemukannya. seandainya Cinta sudah berhijab maka Rangga berencana melamar langsung saat itu juga.

Kecewa tak bertemu Cinta, Rangga memutuskan untuk segera ke Yogyakarta malam itu juga, sebelumnya ia mampir di Rawamangun, untuk berbekam di Rumah sehat Albani yang dikelola kawannya bernama Syarif.

Esok paginya Rangga tiba di Stasiun Lempuyangan. Rangga tak langsung ke rumah Ibunya, melainkan ke kali urang terlebih dahulu. Rupanya CAIR menitipkan uang donasi kepada Rangga untuk diserahkan ke MMS. Ia kemudian langsung memberikannya kepada juragan madu yang tersohor itu.

Selepas Shalat Ashar Rangga terkaget kaget. Ia bertemu Rombongan Cinta, Maura, Carmen dan Milly di teras Masjid.

Rangga ingin mengutarakan maksudnya melamar Cinta. Namun Cinta belum berhijab, sedangkan ia telah dilamar oleh Trian dan akan segera menikah. Dalam hati Rangga terasa perih, namun ia yakin bahwa takdir Allah pastilah baik. Tak boleh melamar perempuan yang telah dilamar orang lain. Rangga kemudian memutuskan pergi dan berpisah dengan rombongan cinta.

Sebelum berpisah, Rangga menanyakan kabar Memet. Memet ternyata telah menikahi Milly, hal itu terjadi setelah Memet sadar bahwa ia telah di bohongi tetangganya soal Palestina. Bagi Memet, konflik Suriah telah menyaring aktivis pro-palestina. Antara yang tulus karena akidah, atau yang sekedar memanfaatkan untuk imperium Iran.

Usai menemui ibunya di Jogjakarta. Rangga kembali ke New York, alangkah kagetnya Rangga membuka email dari seorang Ustadz yang mau menjodohkannya. Ia tak habis pikir betpa hebatnya rencana Allah.

Ternyata Muslimah yang diajukan sebagai calon istri Rangga telah dikenalnya. Tak lain adalah Cinta, Bukan! Ternyata Ayla!! Ayla merupakan Sahabat Cinta sewaktu SMU.

Sosok Alya adalah gadis yang bijak di antara teman-teman Cinta. Dialah yang bisa meredam kemarahan Cinta maupun kawan kawan lainnya. Dia juga yang berhasil membujuk sekuriti bandara hingga Cinta berhasil memasuki bandara untuk mengejar Rangga. Tapi sayangnya Rangga naik kapal laut.

Ayla telah masuk Islam sekeluarga beberapa tahun yang lalu. Kini Ayla menjadi ketua gerakan boikot Kurma dan elpiji Iran. Ayla berhasil menghimbau para ibu rumah tangga untuk tidak memberi keuntungan kepada negara pembantai Ahlusunnah itu. Rangga akhirnya menikahi Ayla. Rangga yang sinis akhirnya bahagia menikahi Ayla yang bijaksana.

Cinta yang hadir di pernikahan mereka menyesal menikahi pria kaya Tanpa Iman. Pernikahan cinta dan Trian telah berakhir sebelum Rangga dan Ayla menikah. Bahkan terbersit dalam Hati Cinta untuk menjadi istri kedua Rangga. Cinta kini terus mempelajari Agama dan menyembunyikan isi hatinya. “Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu….. Syar’i!”

*Penulis Adalah Pria Tampan Meresahkan & Pemimpin Redaksi AntiLiberalNews

Sumber : Lesehan.co

Check Also

LBH Street Lawyer Bantu Pembawa Merah Putih Bertauhid yang Ditangkap

AntiLiberalNews – LBH Street Lawyer berikan bantuan hukum untuk Nurul Fahmi, peserta aksi 212 yang ...

Nganu Memang Anu

Oleh : Balya Nur AntiLiberalNews – Orang Prancis tidak praktis. Demen repot. Untuk mengeritik pejabat ...