BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Kamis , 19 Oktober 2017

Makam Abu Lu’luah Pembunuh Umar Bin Khattab Dimuliakan di Iran

Makam Abu Luluah Pembunuh Umar di IranAntiLiberalNews – Bagi orang Syiah, pembunuhan ‘Umar bin Khattab radhiyaLLAHu’anhu adalah sebuah peristiwa kemenangan. Hal ini terbukti dari kemewahan makam Abu Lu’lu’ah al-Majusi la’natullah ‘alaih yang terdapat di kota Kashan, Isfahan, Iran.

Validitas kompleks makam itu sebagai makam Abu Lu’lu’ah al-Majusi sebenarnya diragukan, karena menurut riwayat shahih, Abu Lu’lu’ah al-Majusi tewas bunuh diri setelah dia menikam ‘Umar r.a. Adalah hal yang musykil (sulit terjadi) bahwa mayat Abu Lu’lu’ah dibawa oleh seseorang dari Madinah ke Kashan, Isfahan. Wallahua’lam.

Makam yang diklaim sebagai makam Abu Lu’lu’ah itu, disebut-sebut oleh kaum Syiah sebagai tempat yang harus dikunjungi. Makam ini dianggap sebagai peringatan kemenangan mereka atas terbunuhnya Amirul Mu’minin ‘Umar bin Khattab radhiyaLLAHu’anhu.

Sebagaimana tercatat dalam blog Historical Iran, Abu Lu’lu’ah al Majusi, atau yang oleh orang Syiah dijuluki sebagai Pirooz Nahavandi, dianggap sebagai “pahlawan nasional” oleh banyak orang Iran. Nama “Pirooz” sendiri diambil dari bahasa Persi “Fairuz” yang artinya “penuh kemenangan”.

Kompleks makam si penjahat Abu Lu’lu’ah al Majusi terletak di sebuah jalan antara Kashan dan Fin, dibangun pada abad ke-11 M. Kompleks makam ini dibangun dengan gaya arsitektur Persia-Kwarezmi.

Makam ini dilengkapi dengan halaman luas untuk bersantai para peziarah (courtyard) , beranda, serta kubah berbentuk kerucut yang megah dan berornamen. Tak hanya itu, kubah ini berhiaskan dengan ornamen keramik berwarna biru turquoise. Langit-langit bagian dalam kubah pun dilukis.

Pada abad ke-14 M, kompleks makam ini dipugar kembali dan sebuah nisan diletakkan di atas kuburannya.

Demikianlah aqidah Syiah. Bagi muslim, terbunuhnya seorang sahabat radhiyaLLAHu’anhu merupakan musibah yang sangat besar. Terlebih apabila yang wafat adalah ‘Umar bin Khattab radhiyaLLAHu’anhu, Amirul Mu’minin yang dijuluki al-Faruq. Beliau yang telah dijamin surga, serta dipuji oleh Rasulullah shallallahu’alayhi wassalam.

Tetapi bagi kaum Syiah, wafatnya Amirul Mu’minin ‘Umar bin Khattab radhiyaLLAHu’anhu adalah sebuah kemenangan. Dan mereka memperingatinya dengan kemewahan makam si pembunuh, Abu Lu’lu’ah al Majusi.

Kita tidak mengenal satu bangsa yang bergembira dengan syahidnya khalifah kedua yang mulia Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu kecuali Bangsa Persia (al-Majusi) dan bangsa Yahudi. Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu dibunuh oleh seorang Zindiq, Abu Lu’luah si Majusi, mudah-mudahan laknat Allah tertimpa atasnya.

Dulunya dia bernama Fairuz, dan dipanggil dengan Abu Abu Lu’luah, sebagai penisbatan kepada putrinya. Dia adalah orang kafir berdasarkan kesepakatan ahlul Islam. Dia adalah seorang Majusi penyembah api. Dia telah membunuh Umar karena kebenciannya terhadap Islam dan para pemeluknya, juga karena kecintaannya kepada orang-orang Majusi, dan sebagai bentuk dendam untuk Bangsa Persia, negeri mereka, yang telah ditaklukkan oleh Umar Radhiallahu ‘Anhu, sebagaimana disebutkan dalam Minhajus Sunnah (6/370)).

Pemuliaan Iran terhadapnya:

Disebutkan bahwa Iran, mulai melakukan pekerjaan restorasi atas tempat ziarah yang mereka sebut dengan Marqad Baba Syuja’uddin (Tempat Peristirahatan Baba Syuja’uddin) pada tahun 2003 M, dan menganggap tempat ziarah tersebut adalah tempat ziarah bersejarah yang wajib dilestarikan. Dan menamakan jalan Marqad tersebut yang ada di sana dengan namanya; Jalan al-Fairuziy. Mereka membaca keutamaan-keutamaan orang zindiq tersebut. Mereka menyebutnya dengan Hadharat Baba Syuja’uddin. Mereka juga berkata kepada manusia, ‘Ziarahilah dia, dengan menziarahinya, seluruh dosa kalian akan diampuni.’

Sebagian situs Syi’ah menyebutkan bahwa siapa yang menziarahi kuburannya yang mulia, pastilah dia akan melihat bahwa sebagian ulama kami yang ahli berijtihad dikuburkan di sisinya. Mereka telah mewasiatkan yang demikian sebelum kematian mereka agar mereka mendapatkan syafaat orang zindiq tadi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara do’a-do’a mereka:

الَّلهُمَّ ارْضَ عَنْ أَبِيْ لُؤْلُؤَةَ وَاحْشُرْنِيْ مَعَهُ

Ya Allah, ridhailah Abu Abu Lu’luah, dan kumpulkanlah aku bersamanya.”

Demikianlah, setiap orang yang berziarah ke kuburan orang jahat kafir ini –mudah-mudahan laknat Allah menimpanya karena pengkhianatan dan pembunuhannya terhadap Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu di pagi hari saat mengimamai manusia shalat subuh– berdo’a.

(Termasuk keharusan bagi para peziarah untuk berdo’a melaknat Abu Bakar Umar, dan Utsman
(Termasuk keharusan bagi para peziarah untuk berdo’a melaknat Abu Bakar Umar, dan Utsman)

Bahkan para pengelola makam tersebut berbuat lebih dari itu. Mereka memasang papan bertuliskan pengkafiran dan laknat kepada Abu Bakar, Umar, Utsman sebagaimana Anda lihat di gambar.

Termasuk perkara yang harus dilakukan oleh setiap peziarah adalah melaknat orang-orang terbaik tersebut dan berlepas diri dari mereka. Maka selamat kepada para pelopor dan penyeru persatuan dan kerukunan Sunnah- syiah! Inilah makam yang menggambarkan penghinaan besar terhadap agama Allah, juga terhadap orang-orang yang telah memberikan harta, anak-anak dan darah mereka dengan murah demi menolong agama Allah, hingga sampailah Islam dengan keutamaan Umar bin al-Khaththab dan sahabat lain ke negeri Persia, dan kemudian menjadikan mereka kaum muslimin setelah sebelumnya mereka adalah para penyembah api. Kemudian sebagian mereka membalas keutamaan ini dengan pengkafiran dan pelaknatan, serta bara` (berlepas diri) mereka. Maka segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kita dari bala` yang menimpa mereka.

Makam Palsu

Bahwasannya Abu Abu Lu’luah ketika membunuh Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu, manusia mengepungnya untuk menangkap. Ketika dia merasa bahwa mereka akan menguasainya, dia pun menusuk dirinya sendiri dan mati bunuh diri, mudah-mudahan laknat Allah dan seluruh manusia menimpannya hingga hari kiamat.

Sementara kuburan yang ada pada mereka di kota Kasyan, hanyalah kuburan ilusi saja, itu hanya sekedar symbol. Akan tetapi hati mereka telah tergantung dengan kuburannya, sebagaimana mereka tergantung dengan kuburan-kuburan, dan makam-makam khayalan lainnya, seperti kuburan ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu, dan kuburan al-Husain Radhiallahu ‘Anhu, dan makam-makam palsu lainnya.

 

Red : Maulana Mustofa