BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Selasa , 25 April 2017

Konyol, Wartawan Media Sekuler Samakan Diri dengan Rasulullah SAW, Ini Bantahannya

ilustrasi distorsi ilustrasi mediaAntiLiberalNews – Wartawan yang mengaku mewakili rekan-rekannya yang bekerja di media-media liberal-sekuler Kompas TV, Metro TV, dan Berita Satu, meminta perlindungan polisi saat Aksi Bela Islam III pada 2 Desember nanti.

Karena menurut dia, para rekan wartawan yang bekerja di tiga media televisi sarat propaganda, tendensi dan pengaburan informasi itu kerap merasa terancam saat meliput. Padahal itu adalah akibat ulah mereka sendiri (lihat contoh di poin nomor 1 di bawah).

Konyolnya, dia dengan lancang menyamakan tugas menyampaikan berita yang diemban kalangannya dengan tugas menyampaikan wahyu yang diemban Rasulullah SAW.

“Karena kami penyampai berita juga seperti Rasul, pak!” klaim salah satu wartawan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Senin (28/11) di Gedung MUI, Jakarta sebagaimana dikutip Kiblat.

Enak betul menyamakan diri dengan Rasulullah SAW! Memangnya mereka siapa?

  1. Rasulullah SAW selalu menyampaikan kabar secara utuh, jujur dan apa adanya sehingga mendapat gelar “Al-Amin” (terpercaya / jujur). Tidak seperti para cecunguk itu yang kerap mendistorsi informasi yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan majikan atau pihak mana pun yang mereka bela. Salah satu contohnya adalah saat meliput Aksi Bela Islam I pada 14 Oktober lalu di mana mereka merekayasa berita “taman rusak” dan menjadikan umat Islam sebagai kambing hitam, namun menerapkan standar ganda dalam peristiwa serupa yang melibatkan pihak lain yang tidak berseberangan dengan mereka. Belum lagi soal kepicikan mereka yang kerap mengecilkan jumlah peserta aksi umat Islam atau memberi penyesatan informasi bahwa aksi yang aslinya diikuti berbagai elemen tapi oleh mereka diklaim hanya diikuti satu-dua kelompok saja. Memangnya Rasulullah SAW pernah melakukan hal semacam itu?
  2. Rasulullah SAW adalah manusia terbaik pilihan Allah SWT yang mulia lagi ma’shum. Jangankan para cecunguk itu, tanpa mengurangi rasa hormat, para ulama bahkan para Sahabat RA yang keilmuan / kesholihannya tinggi pun masih belum sebanding dengan Rasulullah SAW dan mereka pun tidak mengklaim bahwa diri mereka setara dengan beliau SAW. Nah kalau para cecunguk itu, memangnya setinggi apa keilmuan / kesholihan mereka sehingga mereka berani asal njeplak menyamakan diri dengan Rasulullah SAW hanya karena merasa sama-sama menyampaikan berita saja?
  3. Menyamakan diri dengan Rasulullah SAW adalah sebuah kesombongan, sedangkan Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong. Berikut adalah beberapa firman Allah SWT terkait kesombongan : “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Qashash : 83) , “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri”. (QS. Az-Zumar : 72)

Red : Wijati