BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Minggu , 24 September 2017

Aksi 212 Tak Terbukti Makar, Habib Rizieq : Makanya Presiden Jangan Ngomong Sembarangan

AntiLiberalNews – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Sihab mengatakan bahwa Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 lalu (atau lebih dikenal sebagai Aksi 212) yang dituduh sebagai perbuatan makar merupakan fitnah terhadap umat Islam.

Sebab, dalam aksi tersebut tak ada niatan apa pun selain menuntut keadilan agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera diadili dan tangkap atas ulahnya melakukan penistaan agama dengan menafsirkan Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51 seenak udelnya.

Selain itu, aksi yang dihadiri jutaan umat Islam dari seluruh penjuru Nusantara itu berakhir dengan lancar tanpa adanya kericuhan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ikut hadir di sana.

“Untuk Presiden, jangan sembarangan ngomong kalau Aksi 212 makar. Sebelum memberikan pernyataan pikir dulu, hati-hati kalau ngomong,” kata Habib Rizieq saat mengisi Tabligh Akbar di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (7/1) malam sebagaimana dikutip VIVA News.

Diungkapkannya, dalam aksi tersebut para peserta hanya membaca Al-Quran, duduk bersama, shalawat, serta Sholat Jumat berjamaah.

“Kita membacakan Al-Quran, Sholat bersama. Baca Al-Quran makar bukan? Sholawat bersama makar bukan? Kalau aksi 212 bawa Bazooka, AK-47, bom, itu baru makar. Dulu, PKI nyulik ulama, bunuh ulama, tokoh-tokoh Masyumi, santri dibunuh, itu baru makar. Jenderal yang mengatakan Aksi 212 itu makar, jenderal goblok!” ujarnya.

Tuduhan makar terhadap para preserta aksi, menurut Habib Rizieq, sangat memfitnah.

“Ini yang makar ulama atau yang memfitnah? Penista agama sampai sekarang gak ditangkap. Malah saya mau ditangkap yeee… Lu musuhi ulama, masuk neraka besok. Lebih seram penjara atau neraka, makanya jadi pejabat yang bener,” kata Habib Rizieq.

Pantauan di lapangan, acara tersebut berlangsung hingga pukul 00.00 WIB. Massa yang datang sempat diguyur hujan, namun mereka tetap duduk dengan rapi untuk mendengarkan tausiyah dari beliau.

Tak hanya itu, warga pun ada yang mendengarkan di atas sungai Musi dengan menggunakan perahu getek.

Red : Wijati