BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

[#MelawanLupa] Setahun Sebelum Berontak, PKI Rilis Buku ‘Aidit Membela Pancasila’

AntiLiberalNews – Gerakan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 30 September 1965 tak dapat dilepaskan dari peran salah satu tokoh bernama DN Aidit.

Menariknya, Aidit pada tahun 1964 sempat menulis sebuah buku dengan judul “Aidit Membela Panjtasila”.

Dalam buku tersebut, Aidit menuangkan pandangannya tentang Pancasila dan mencoba mengelabui publik Indonesia bahwa PKI seakan-akan “menerima Pancasila”, termasuk sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Aidit, dengan menerima sila Ketuhanan berarti di Indonesia tidak boleh ada propaganda anti-agama, tetapi juga tidak boleh ada paksaan beragama. Paksaan beragama bertentangan dengan sila Kedaulatan Rakyat.

“Orang Indonesia yang tidak atau belum beragama, ia tetap bangsa Indonesia, tetap manusia yang harus diperlakukan secara adil dalam masyarakat. Tentang ini dengan tegas dikatakan oleh Presiden Sukarno bahwa ‘ada perbedaan yang tegas antara keperluan negara sebagai ‘negara’ dan ‘urusan agama’.’,” ujar Aidit seperti dimuat di majalah Pembina pada 12 Agustus 1964.

Seiring perjalanan waktu, setahun kemudian tepatnya pada tahun 1965, ironisnya PKI justru melakukan pemberontakan untuk mengganti ideologi Pancasila. Pemberontakan tersebut telah mengorbankan banyak nyawa rakyat sipil tak berdosa.

Dengan meletusnya pemberontakan G30S PKI, maka klaim “PKI sejalan dengan Pancasila” dengan sendirinya tumbang.

Klaim sepihak “PKI membela Pancasila” merupakan salah satu gaya propaganda PKI untuk menarik simpatik publik kala itu dan meredam kecurigaan pihak-pihak yang menolak ideologi komunis.

Sumber : Takbir

Red : Wijati