BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

Polisi Mulai “Kesulitan” Melanjutkan Kasus ‘Saracen’

Oleh : Asyari Usman

AntiLiberalNews – Ada update penyelidikan ‘Saracen’ oleh Bareskrim Polri yang bisa membuat Anda tersenyum sambil menghilangkan stress. Maaf ya Pak Polisi. Kombes Awi Setiyono dari Divisi Humas Polri, kemarin Jumat (25/8) menggelar penjelasan tentang kelanjutan kasus Saracen. Setelah tiga “tersangka” ditangkap, sekarang kepolisian mengatakan bahwa mereka “kesulitan” mengungkap pihak yang pernah memesan ke kelompok Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian berbau sara dan hoax.

“Belum cukup bukti untuk mengungkap siapa pemesan dan kapan ada pemesanan”, adalah alasan yang disampaikan oleh Kombes Awi. Yang ada baru sebatas proposal yang mengindikasikan adanya pemesanan, menurut beliau.

Jadi, manajmen ‘Saracen’ sangat “business oriented”. Ada proposal segala. Mirip seperti paket promo travel biro. Tapi, apa masuk akal kesulitan untuk membongkar pemesan? Bukankah Pak Polisi dengan mudah mendapati nama Eggy Sudjana dan seorang pensiunan tentara, Ampi Tanudjiwa, berada di struktur ‘Saracen’?

Kok giliran mencari pemesannya Pak Polisi “kesulitan”? Tak mungkin rasanya. Sebab, kita percaya para penyelidik dan penyidik Polri adalah profesional-profesional yang tangguh dan terlatih. Kita beri dorongan semangat kepada para penyelidik itu supaya bisa menuntaskan heboh ‘Saracen’.

Kalau pun belum tentu ada hadiah langsung untuk Anda, yakinkan bahwa Anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar untuk keberhasilan membongkar perkara ini. Apalagi andaikata ‘Saracen’ seratus persen kasus fitnah, pahala Anda yang mengungkapnya menjadi belipat ganda. In-sya Allah!

Mendengar kesulitan kasus Saracen ini, teiringat langsung “kesulitan” Polisi untuk mengungkap dan menangkap penyebar chat seks Habib Riziq Shihab (HRS). Padahal, kata para ahli Teknologi Informasi dan pertelekomunikasian, penyebar chat seks HRS seharusnya bisa dilacak. Memang sulit, tetapi tingkat kesulitannya tidaklah terlalu tinggi.

Teringat juga “kesulitan” lain, yaitu ketika Polisi mau melacak siapa dalang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel mengatakan ada jenderal yang memesan penyiraman itu. Mirip kasus ‘Saracen’. Ada yang pesan berita hoax, tapi tak mudah diungkap. Ada yang pesan penyiraman air keras, tapi sulit dibongkar.

Kita sangat maklum akan kesulitan yang dialami kepolisian. Cuma, kita pantas mengingatkan Pak Polisi bahwa kalau “kesulitan mengungkap” terlalu banyak diobral, bisa jadi nanti nilainya semakin lama semakin berkurang di mata masyarakat. Jangan terlalu banyak dilempar ke pasar Pak, supaya customer tidak merasa bosan.

* Penulis adalah wartawan senior

Sumber : Panji Mas

Red : Wijati