BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Kamis , 19 Oktober 2017

Temui DPR, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar Malah Tutupi Kasus Rohingya

AntiLiberalNews | Kiblat – Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar pada Selasa (12/9) bertandang ke DPR RI dalam rangka studi banding. Namun, dihadapan anggota dewan, mereka malah menutupi peristiwa genosida terhadap Muslim Rohingya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Shodiq Mujahid, memaparkan bahwa Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar berkunjung ke Indonesia untuk studi banding dan belajar tentang perlindungan pemberdayaan perempuan dan anak-anak. Pasalnya, di Myanmar hal tersebut mereka anggap masih sangat lemah.

“Toh kita juga sudah lebih maju dalam kelengkapan Undang-Undangnya, dan juga dalam prospek pengawasan tentang perlindungan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Shodiq di gedung Nusantara II, komplek DPR RI,  Jakarta, sebagaimana dikutip Kiblat.

Shodiq menambahkan bahwa salah satu pendorong terjadinya pembantaian Muslim Rohingya adalah lemahnya Undang-Undang perlindungan perempuan dan anak. Saat bertemu dengan Komisi VIII DPR RI, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar menyampaikan pembantaian etnis Rohingya dalam pendekatan perlindungan perempuan dan anak.

Namun, mereka menolak untuk bicara lebih detail tentang kasus genosida tersebut dalam pendekatan politik dan agama. Alasannya, mereka merasa tidak punya hak atas hal tersebut.

“Kalau politik, nampaknya mereka menutupi kesangkutan politik terhadap kasus itu,” ujarnya.

Red : Wijati