BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

DPP Gerindra: Pelurusan Sejarah Boleh, tapi Jangan Dibalik dan Malah Minta Maaf ke PKI

AntiLiberalNews – Presiden Joko Widodo ingin ada film tentang G30S/PKI yang dianggapnya “lebih sesuai dengan zaman”. Hal itu yang kemudian dimaknai Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai upaya “pelurusan sejarah”.

Menanggapi itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan sepakat dengan niat tersebut.

“Kalau ada statement pelurusan sejarah, boleh saja. Tapi jangan dibalik, justru kita yang disuruh minta maaf ke PKI. PKI dong yang minta maaf ke rakyat Indonesia,” kata Riza seperti dilansir Islam Pos dari Detik, Rabu (20/9).

“Di sisi lain, kalau ada yang sampaikan pelurusan sejarah, dibuka saja semuanya, fair. Apa kita mau menyalahkan dulu? Dulu yang sempat membalas PKI kan dari Ansor NU, kan kita dukung dulu gerakan Ansor NU semua. Apa itu dianggap salah? Kan tidak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Riza menekankan bahwa ketika nanti dicapai konsensus tentang sejarah yang sudah diluruskan, ia ingin semua pihak harus menatap ke depan. Jangan lagi mengungkit-ungkit siapa yang benar dan salah pada masa lalu.

“Kalau ingin meluruskan, ya diajak sejarawan, para pihak, TNI, Polri, pihak dari PKI, semua yang terlibat, ormas yang terlibat,” tutur Riza.

Secara pribadi, ia meyakini bahwa peristiwa pembunuhan Jenderal TNI AD pada 1965 memang dilakukan oleh PKI. Namun, ajakan menonton film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ harus disikapi secara wajar-wajar saja.

“Wajar saja, secara baik saja, rasional, tak menimbulkan kegaduhan, tapi juga jangan dilindungi, jangan juga ditutupi,” pungkasnya.

Red : Wijati