BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Senin , 20 November 2017

Strategy Turki di Suriah Zaman Now

Oleh : Maulana Mustofa

AntiLiberalNews – Beberapa hari yang lalu kita pernah janji mau ngedongeng tentang strategy Turki di Suriah Soub. Maka itulah hari ini kita tunaikan janji, tapi ini levelnya cuma dongeng ya, bukan analisa. Analisa hanyalah dibikin oleh orang orang hebat yg jauh diatas kita lah 😁

Keknya kagak pantes gerombolan kek kita yg tukang bawain sembako ke Suriah bikin analisa. Jadi ini judulnya dongeng sajalah, tapi dongeng ini bukan sembarang dongeng, tulisan ini juga bukan wangsit pribadi, melarikan hasil rajutan dari berbagai bisikan gaib para makhluk yg bersentuhan langsung di TKP.

Jadi begini Ceritanya.

Sekitaran minggu minggu ini, santer berita bahwa Turki akan menggempur HTS berdasarkan perjanjian Astana, dengan di back up Rusia.

Lalu HTS juga mantap menjawab dengan statement, kami akan melawan yang melanggar kedaulatan kami.

Puncaknya kejadian dengan ditembaknya buldozer Turki dan Altileri Turki (katanya) menembaki posisi HTS.

Kejadian tersebut mengakibatkan korban nol jiwa alias sandiwara dan ehhh selanjutnya Turki masuk Idlib dengan dikawal HTS bahkan sampai ada perjanjian soal jaga Cekpoint segala. Lelucon Oktober 😁.

Jadi sebetulnya dibalik layar, Diinisiasi oleh para petinggi IM dunia yang galau liat faksi mujahidin berantem terus sejak beberapa tahun terakhir, Dijalankan oleh Turki yang melangkah lebih jauh, dari yang tadinya hanya sekedar ibu kandung revolusi yang menampung dua juta keluarga Pejuang yang mengungsi, Sekarang mengambil peran lebih, menjadi jadi bapak kandung yang melerai pertikaian anak-anaknya dengan mengambil peran aktif membimbing mereka pada persatuan antar kelompok pejuang Suriah.

HTS sebagai “badboy” yang dimusuhi “tetangga-tetangga” Turki (Amerika – Eropa – Dll) tapi juga sekaligus anak terkuat revolusi Suriah saat ini dan paling idealis, Diposisikan untuk menghantam Kurdi musuh bebuyutan Turki.

Pemilihan HTS bukan tanpa alasan,
HTS ini dari dulu menjaga supaya konflik mereka dengan Kurdi tetap kuning, Jangan sampai merah.

Saya kemarin sempat baca Analisa kawan saya sendiri tentang Kurdi, disebutkan bahwa kurdi ini stateless seperti Rohingya.

Padahal Kurdi walau stateless seperti Rohingya, Ia didukung penuh oleh amerika, bertempur dibawah perlindungan jet Tempur amerika, bahkan banyak veteran amrik yg ikut bertempur memakai seragam YPG Kurdi.

Rohingya boro boro punya pasukan, satu pisau dapur pun harus lapor ke rezim Myanmar. Jadi saya bingung juga kl Kurdi diqiyaskan dengan Rohingya. Kurang pas geto lah 😁.

Kerjasama HTS & Turki Melawan Kurdi

HTS dan Turki sama sama punya lawan Bashar Assad, namun Turki juga punya kepentingan melawan Kurdi yang seringkali mengganggu keamanan dalam negeri Turki. Kelompok Jihadis Suriah juga tahu siapa dibalik Kurdi sebenarnya.

Akar sejarah HTS yang terbentuk dari Irak dan banyak unsur jihadis Kurdinya, Baik di Irak maupun Suriah, Membuat HTS secara psikologis ga bisa terlalu keras pada mereka.

Turki tahu itu. Makanya sekarang ini, HTS divisi asing lah alias muhajirin yang dikerahkan menghadapi Kurdi YPG, salah satu tujuan dikerahkannya mereka menghadapi Kurdi, salah satunya demi menguatkan psikologis dan sejarah HTS.

Resikonya, Kalo HTS gagal, Maka perang Turki lawan Kurdi di Suriah bisa cacat atau malah gagal.

HTS divisi orang asli Suriah, Kebanyakan di BKO kan pada katibah-katibah / firqah berisi orang asli Suriah macam Ahrar, Zanky, Dll.

Mereka yang asli Suriah ini diarahkan supaya menghadapi Assad. Karena orang asli Suriah sendiri pada dasarnya ga ada masalah dengan Kurdi, jadi pemilihan lawan secara psikologis juga diperlukan.

Kurdi terseret ke dalam konflik ruwet ini belum lama. Dulu mereka kan mengambil sikap defensif, namun lama kelamaan mereka diam diam menjalankan agenda Amerika di Suriah.

Jadi sekarang Turki punya dua misi :
1. Mendukung Orang asli Suriah untuk menghadapi Assad
2. Mendukung Jihadis asing untuk menghadapi Kurdi

Siasat Turki masih sama aja. Dia suplai senjata pada FSA, Yang kemudian disebarkan pada seluruh faksi.

Tapi dengan memecah konsentrasi jihadis jadi dua front, Dan memisahkan antara jihadis asing dengan jihadis lokal, Turki memfasilitasi orang Suriah asli supaya bertempur sepenuh hati melawan Assad. Dan mendorong Muhajirin supaya melawan sejarah mereka sendiri demi menguatkan psikologis internal mereka.

Kalau mau jujur. Sponsor utama HTS itu Turki dari penyelundupan kombatan. Sedangkan suplai fulus dan “bantuan non kemanusiaan” biasa dilakukan lewat cara unik. Kalau nt jeli, biasanya ada peleburan sebuah kelompok kecil (biasanya terkait IM/ dukungan Qatar) ke HTS. Lalu setelah beberapa bulan kelompok kecil ini keluar lagi, nah Di sini kita tidak tahu sudah ada transaksi apa 😁😁.

Kalo HTS bisa sepenuh hati melawan Kurdi, InsyaAllah Turki akan punya dua kepala yang sama kuat. Turki dan HTS sama sama punya kepentingan membendung anak amerika disana yaitu kurdi.

Potensi Bentrokan HTS dan Turki

Beberapa hari terakhir kita sudah lihat bahwa hts mengawal Tentara Turki melintas Idlib, juga beberapa Sumber di lapangan menceritakan ada deal deal delegasi Turki bertemu delegasi HTS.

Bentrok antara Turki vs HTS bisa saja terjadi, Sebagaimana bentrok antar faksi di Suriah yang kerap terjadi.

Yang perlu kita pahami dulu adalah bentrokan tersebut bukan karena beda pemahaman dan saling mengkafirkan apalagi menghalalkan darah sesama muslim, Tapi biasanya cuma karena salah paham dan beda pendapatan.

Ga ada beda manhaj yang terlalu jauh antar semua faksi di Suriah. Semua berputar pada kelompok Ikhwanul Muslimin, Atau Aswaja Syafi’iyah dan 3 madzhab lain, Atau Hizbut Tahrir, Atau Salafy, Atau kelompok Islam lain yang lazim ada di semua negara di dunia yang berpenduduk mayoritas muslim.

Dan sebagaimana di negeri-negeri lain, Di Suriah pun konflik antar kelompok tadi ada, Kalaupun pecah, InsyaAllah tidak akan membesar semisal konflik antara kaum muslimin dengan khawarij serta syi’ah.

HTS sendiri garis kebijakannya sudah jelas. Mereka sudah sering mengalah demi kemashlahatan ummat. Ini adalah sikap yang sangat dewasa dan bikin kita salut abis.
Sudah kita saksiken di episode lama,Bahkan mereka rela berganti nama dan melepas diri dari induknya agar menghilangkan alasan yang biasa dipake Amerika dkk menyerang negeri-negeri Islam (memerangi teroris Al-Qaeda).

Jadi kita pikir, Skenario terburuk, Naudzubillah, Kalaupun terjadi bentrok serius melawan Turki (Kemungkinan kecil) Dan nama HTS harus hilang dari muka bumi agar konflik berhenti, Mereka insyaAllah akan melakukannya demi Umat Islam Suriah.

Namun yang paling bisa terjadi adalah, potensi bentrokan kecil, jika ada Syabihah menyusup ke HTS atau Ngisis yang menyusup ke HTS, kemudian tiba tiba menyerang Tentara Turki. Nanti kl itu terjadi juga akan ada kompornya yg rame ga karuan disini 😁.

Idlib

Mengadali perjanjian Astana, Turki sepertinya ingin menunjukkan dari akan mendorong faksi yang dituduh “teroris” dari kota-kota. Dalam hal ini adalah tokoh-tokoh Al-Qaeda dalam tubuh HTS dan muhajirin, karena ini unsur paling lemah di kursi politik internasional.

Sementara belasan ribu HTS yang asli Suriah mudah sekali “pemutihan”-nya dari label unsur teroris di dalam Idlib. Maka itulah faksi seperti Ahrar Syam masih ada disamping HTS, kl tekanan internasional menguat, tinggal rame rame pindah nama. Orangnya sih sama aja 😁

Menurut bisikan gaib, Turki masih membiarkan jalur tikus yang menyelundupkan muhajirin yang mau masuk dan bergabung ke HTS. Sementara semua jalur tikus lain sudah ditutup dan dimonitor terus mewaspadai yg masuk ngisis.

Artinya Erdogan masih membuka opsi adanya perang panjang di sekitar Hama. Dalam artian HTS (unsur Muhajirin) didorong ke frontline secara teori, karena faksi lain tetap bisa ikut mukul Assad bersama HTS, sementara daerah sipil di Idlib dijaga Turki untuk memulangkan pengungsi dan juga dijaga kelompok Proksi Turki yang melawan Kurdi.

Maka itulah ketika Tentara Turki akan masuk melintasi IDLIB, HTS malah melakukan serangan Ofensif, salah satunya ke Provinsi Hama, nanti kl Hama berhasil dibebaskan, Turki akan ngakalin lagi supaya bisa masuk dan menjaga.

Balik ke IDLIB, Jadi akan terbentuk 4 lapis penjagaan di sekitar provinsi basis kekuatan Mujahidin ini: daerah Assad (terluar dan akan direbut), daerah HTS yang akan terus dikuatkan Turki, daerah oposisi resmi yang dibekingi Turki, daerah Kurdi. Jadi maju sedikit sedikit.

Penyerangan HTS dan Turki Ke Utara Idlib Basis YPG Kurdi di Afrin baru baru ini. Berdasarkan rencana Erdogan menyiapkan area serupa Jarablus di sekitar Idlib yang keamanannya terjamin untuk daerah padat. Tapi tetap membiarkan adanya zona chaos ke selatan atau barat dengan HTS sebagai pemukul utama. Strategy begini mencegah direbutnya kembali wilayah yg sudah dibebaskan seperti kejadian di Aleppo.

Kalau kita perhatikan, ketika ladang jihad terbuka di suatu negeri, maka Allah takdirkan negeri tetangganya mempunyai kekuatan untuk membantu perjuangan kaum Muslimin.

Pada era Jihad Afgan, sudah lazim kita dengar nama Jenderal Zia Ul Haq, yang mendukung, ikut memobilisasi kekuatan, dan memberi jalan masuk Mujahidin melalui Pakistan. Sampai sampai bapak Jihad Kontemporer, DR Abdullah Azzam memujinya.

Jenderal yang bawa ceret kemana mana untuk berwudhu ini, memang beda gaya dengan Erdogan. Zia Ul Haq cenderung blak blakan dan tegas dalam statement. Karena Kekuatan militer secara de facto dipegang olehnya.

Beda dengan Erdogan yang lahir dari kalangan Sipil, kekuatan militer Turki generasi Old belum sepenuhnya ia pegang, terbukti dengan adanya Kudeta militer yang dijalankan dari bandar Udara Nato.

Cara Bermain Akp dan Erdogan yang Zig Zag memang bikin bingung orang awam, bermain strategy Islamis di negeri Sekuler ekstreme seperti Turki, kl terlalu polos bisa berbahaya. Tersebutlah nama Adnan Menderes, PM Turki dari kalangan Islamis yang akhirnya berhasil dikudeta Militer kemudian Digantung.

Kl Erdogan berhasil dikudeta kemarin kemarin, maka gagal sudah proyek puluhan tahun Akp dan gerakan Ikhwan Turki.

Jadi kagak usah bingung dengan fenomena Turki saat ini. Karena sejatinya ” Erdogan Adalah Zia Ul Haq Yang Lain” 😁

Sementara segitu dulu Dongengnya, adapun jika dongeng ini benar, 100 persen hanyalah kebetulan.

Red : Wijati