BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Senin , 20 November 2017

Kemitraan Strategis Turki-Somalia, Bukti Kepedulian Turki

AntiLiberalNews – “Hubungan bilateral antara Turki dan Somalia akan diperkuat lagi, karena Ankara berkomitmen penuh untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk membangun stabilitas di Somalia,” ungkap Perdana Menteri Turki, Binali Yıldırım, setelah menghadiri sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Khaire, di Ankara.

“Somalia menginformasikan kepada kami mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam perihal keamanan dan masalah infrastruktur yang sangat penting bagi masa depan Somalia,” tambah Yıldırım.

Yıldırım menambahkan bahwa kedua negara harus mengembangkan model kerjasama berdasarkan “kemitraan strategis,” menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral.

“Tujuan kami adalah untuk melihat Somalia yang mandiri, sebuah negara yang mengambil tempat yang pantas di antara masyarakat internasional. Februari lalu, pemerintah baru (di Somalia) mengambil alih kekuasaan melalui pemilihan damai, yang menunjukkan kematangan demokrasi di negara ini,” katanya.

Yıldırım juga menekankan perlunya lingkungan “perdamaian dan persaudaraan” untuk membangun stabilitas penuh di dalam negeri (Somalia). Beliau menambahkan bahwa Turki siap melakukan apapun yang diperlukan.

“Tanpa diragukan lagi, kehadiran militer internasional tidak dapat mempertahankan perdamaian secara permanen. Di satu sisi, Turki membangun solidaritas dengan Somalia dan di sisi lain, Turki mendukung proyek tanggung jawab sosial dan bantuan kemanusiaan dengan organisasi nonpemerintah (LSM),” katanya.

Upaya besar Turki dalam memberikan bantuan pada puncak kelaparan Somalia tahun 2011 telah menyadarkan orang-orang Turki akan perihnya penderitaan warga Somalia. Hingga kini, Turki terus memberikan bantuan ke negara tersebut, sebagian besar dari perusahaan swasta.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, telah mengunjungi ibu kota Somalia, Mogadishu, sebanyak dua kali dan dalam perjalanan pertamanya pada tahun 2011, Erdoğan menjadi pemimpin non-Afrika pertama yang mengunjungi negara yang dilanda perang selama 20 tahun itu.

Setelah pertemuan ini, Turki bersiap di bidang proyek pembangunan, menyiapkan paket bantuan senilai $ 500 juta atas permintaan Presiden Erdoğan, untuk membawa Somalia ke kondisi mandiri.

Sejak saat itu, Bulan Sabit Merah yang dikelola negara Turki dan Otoritas Manajemen Bencana dan Bencana (AFAD) serta LSM lainnya telah meluncurkan sebuah kampanye bantuan dan pembangunan besar-besaran di Somalia.

Proyek yang termasuk dalam cakupan kampanye tersebut meliputi pembangunan sekolah, rumah sakit dan infrastruktur serta pemberian beasiswa bagi warga Somalia untuk belajar di Turki. Proyek lainnya meliputi pengumpulan sampah, pembangunan jalan, reklamasi air limbah dan pembuangan sampah, untuk rehabilitasi masyarakat Somalia dan rekonstruksi di kota-kota.

Rumah Sakit Penelitian Somalia-Turki, yang dibuka pada tahun 2015 oleh Presiden Erdoğan di Mogadishu, adalah contoh lain dari proyek permanen jangka panjang Turki untuk menjaga stabilitas di negara ini.

Rumah sakit yang memiliki 230 tempat tidur ini menyediakan pelatihan untuk calon petugas kesehatan Somalia dan dibangun untuk melayani 2 juta orang yang tinggal di Mogadishu dan kota-kota di sekitarnya. Rumah sakit ini telah menawarkan layanan kesehatan kepada  rata-rata 6.000 orang perbulan dan melakukan sekitar 100 operasi.

Pertumbuhan volume perdagangan yang cepat antara kedua negara juga mengikuti perkembangannya. Pada tahun 2010, ekspor Turki ke Somalia hanya mencapai $ 5,1 juta. Namun, pada tahun lalu angka ini meningkat tajam menjadi $ 123 juta. Dalam kurun waktu enam tahun, Turki telah beralih dari sumber impor terbesar ke-20 Somalia menjadi yang terbesar ke-5.

Meskipun PBB telah mengumpulkan dana sebesar $ 55 miliar untuk Somalia antara tahun 1991-2011, namun penting dicatat bahwa tidak ada proyek infrastruktur yang dilakukan di negara tersebut.

Sumber : Middle East Update / Daily Sabah

Red : Wijati