BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Senin , 20 November 2017

[ #StandarGanda ] Polisi Tolak Bukti Video Asusila Alexis, Giliran Kasus Habib Modal Chat Palsu Doang Langsung Diproses

AntiLiberalNews – Kepolisian Daerah Metro Jaya menolak laporan yang dilayangkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Badan Mahasiswa Gempita, terkait praktek pelacuran di hotel dan griya pijat Alexis di Jakarta Utara.

Arianto, Ketua Badan Mahasiswa Gempita itu, merupakan pelapor. Saat melapor, Arianto membawa bukti berupa video yang diunduh dari media sosial Youtube.

Dia mengatakan bahwa polisi belum dapat menerima laporannya dengan dalih “kurang barang bukti”.

Padahal, bukti rekaman video praktek pelacuran tersebut sudah ditayangkan di berbagai stasiun TV Swasta, dan sudah ditonton jutaan masyarakat Indonesia dengan terang benderang (sumber: Jurnalis Trans7 Pergoki Praktek Asusila di Alexis Lewat Kamera Tersembunyi).

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto sendiri menekankan bahwa polisi baru akan menindak Alexis jika benar-benar terbukti ada pelanggaran berupa pelacuran.

“Kalau ada laporan (praktek pelacuran) kita tindak dong, dan kalau terjadi bisa dijerat. Kalau ya, kalau” kata Ari di gedung Bareskrim Polri, Rabu (1/11) sebagaimana dikutip Republikin.

Ditolaknya laporan LSM dan kesan lambat polisi tersebut disayangkan oleh aktivis media sosial ZA Effendy, yang membandingkan kasus Alexis dengan kasus Habib Rizieq.

“Reportase investigasi 2 stasiun TV Swasta & Tulisan jurnalisme belum cukup jadi bukti? Apa perlu ada video esek2 dulu? Kenapa fake chat yg tidak jelas penyebarnya saja bisa dijadikan alasan TSK-kan seseorang? #Nalar,” tulisnya melalui akun @ZAEffendy.

Seperti diketahui, Habib Rizieq terjerat kasus fake chat dengan Firza Husein yang berawal dari posting-an gambar percakapan chat yang tidak jelas asal-usulnya dari mana. Kendati demikian, polisi tetap nampak bernafsu untuk memprosesnya tanpa pikir panjang. #AllCopsAreBastard

Red : Wijati