BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

Sejak Rezim Ini

Oleh: Ustadz Felix Y Siauw

AntiLiberalNews – Saya tidak tahu apa yang salah pada rezim ini, semua yang mereka anggap tidak sesuai dengan mereka harus dikekang, tak peduli fitnah atau tuduhan.

Jangan tanya agama, karena justru itulah yang ingin mereka singkirkan. Sebab tanpa agama, mereka tak ada yang menasihati lalu bebas dalam kedzaliman.

15 tahun saya berdakwah di Indonesia, hampir tiap tempat saya singgahi, berinteraksi dan berjumpa dengan banyak orang dan tak pernah ada masalah.

Tiba-tiba di masa penguasa saat ini, tuduhan-tuduhan mulai muncul. “Anti-NKRI”, “anti-Pancasila”, “radikal”, dan segepok tuduhan yang tak kalah seram.

Tidak hanya saya yang bukan siapa-siapa, bahkan asatidz dan ulama pun dilabeli demikian. Tiap yang punya pendapat yang berseberangan adalah musuh.

Andai apa yang saya pahami salah, 15 tahun yang lalu MUI sudah pasti akan menegur saya, TNI dan Polri sudah pasti akan bertindak atas diri saya.

Tapi baru sekarang, baru saat ini, dakwah dianggap ancaman, aksi bela Islam dengan jutaan peserta nan damai dan teratur, dicurigai “makar kudeta”.

Khilafah yang merupakan prinsip pengelolaan kehidupan yang Allah berikan, dilabeli dengan stigma buruk hingga harus ditakuti lebih dari setan.

Ormas Islam, seperti HTI diposisikan lebih sadis dari PKI, dakwah bisa dihentikan hanya karena tuduhan, fitnah tanpa klarifikasi, main hakim sendiri.

Pekan ini saya membawa istri dan tim @HijabAlila ke Belitung, lalu ada sahabat disitu yang meminta barang sedikit waktu, memotivasi para mualaf.

Mengajari mereka istiqamah dalam Islam, menyemangati agar Shalat dan membaca Al-Quran dawam, itu pinta sahabat saya di Mualaf Center Belitung.

Tapi pihak Polres Belitung berkeras membatalkan, dengan dalih “kamtibmas” dan “penolakan ormas”, padahal ormas disini padu satu suara, inginkan kajian.

Polisi beralasan saya “berpotensi memecah NKRI”, sesuatu yang selalu saya guyui (ketawai, -red), alasan lain, saya “HTI”, saya “radikal” dan semua hal lainnya.

Mohon doakan saya, doakan dakwah, doakan semua ummat, agar istiqamah senantiasa.

Dulu ummat ini satu, sebelum rezim saat ini dengan tangan-tangannya, mencoba memecah-belah dan menekan siapapun yang mendakwahkan Islam.

Red : Wijati