BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

Sudah Resmi Teken MoU, Cina Bakal Garap Proyek Migas Hingga Listrik di RI

AntiLiberalNews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pada Senin (13/11) melakukan Bilateral Meeting dengan Administrator dari Administrasi Energi Nasional (NEA) Cina, H.E. Nur Bekri, pada event The 5th Indonesia-China Energy Forum (ICEF V) di Hotel JW Marriot Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada penyelenggaraan ICEF ke-5 ini juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjalin kerja sama bidang energi dan sumber daya mineral sebagai landasan awal.

Jonan mengatakan bahwa kerja sama antara kedua negara di bidang energi dan sumber daya mineral kembali dilanjutkan setelah terhenti selama 7 tahun.

“Ini adalah forum yang kelima, di mana terakhir dilaksanakan 2010 di Tiongkok (Cina, -red). Sebagai negara yang sudah bisnis dan berinvestasi satu dengan yang lain, Presiden (Jokowi) menekankan bahwa kita juga tetap menerima dan welcome tentang investasi asing termasuk investasi Tiongkok ke Indonesia dan sebaliknya dengan prinsip saling menguntungkan,” ujarnya.

Kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral yang akan digenjot kembali di antaranya adalah hulu migas, infrastruktur ketenagalistrikan, batu bara, dan energi baru terbarukan (EBT). Pertemuan kali ini diikuti 96 perusahaan dari China dan 40 perusahaan Indonesia.

“Kali ini dibahas hulu migas, infrastruktur ketenagalistrikan, mineral dan batu bara dan renewable energy,” kata Jonan.

Setelah penandatanganan kerja sama ini, akan dilanjutkan pertemuan antara kedua belah pihak untuk membahas lebih lanjut proyek-proyek yang akan digarap.

“Kami berharap dalam diskusi working group dihasilkan sesuatu yang konkret dan nyata, tidak hanya diskusi-diskusi terlalu panjang. Jadi dikerjakan apa yang bisa dilakukan secepat-cepatnya,” tutur Jonan.

Sementara itu, Nur Bekri mengatakan bahwa pihaknya bersedia memperluas kerja sama di Indonesia.

“Tiongkok (Cina, -red) bersedia memperluas investasi dengan Indonesia pada masa mendatang,” kata Bekri.

Red : Wijati