BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 15 Desember 2017

5 Hari Bantu Korban Banjir di Bantul Sehingga Tak Hadiri Reuni 212, FPI Klaten Mentahkan Nyinyiran Ahoker

AntiLiberalNews | Panji Mas | Wajada – Event Reuni Alumni 212 masih menyisakan banyak cerita. Salah satunya adalah soal sindiran Ahoker terhadap acara tersebut. Mereka menyebut event ini sebagai “bentuk ketidakpedulian”, karena di saat yang sama sedang terjadi bencana di Jawa Tengah dan Yogjakarta. Tapi, fakta ini ternyata berhasil mementahkan nyinyiran tersebut.

Di Bantul, angggota Front Pembela Islam (FPI) Klaten justru sudah tidak pulang selama 5 hari. Mereka membantu korban banjir sejak Selasa (28/11). Tak tanggung-tanggung, yang turun langsung ke lokasi bencana adalah Ketua FPI Klaten sendiri, yakni Ustadz Suyadi Abu Fatih. Dengan didampingi 15 anggotanya, dia membantu warga di Dusun Wunut, RT 4 Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Pada hari pertama, mereka melihat kerusakan parah di area tersebut. Mereka pun sudah mulai berpikir bahwa mereka mungkin tidak bisa hadir dalam Reuni 212. Dugaan mereka tepat, di mana pada hari ketiga, Sabtu (2/12) alias tepat di hari berlangsungnya Reuni 212, FPI Klaten masih bertahan di Posko Relawan Banjir Bantul.

“Di hari yang ketiga ini kami di Bantul tidak bisa berangkat ke Monas untuk Reuni Akbar 212 karena mendapat amanah membuat Posko Relawan Banjir di Bantul,” kata Ustadz Abu Fatih sebagaimana dikutip Wajada dari Panji Mas.

Ustadz Abu Fatih menceritrakan kondisi di sana: Banyak rumah warga terendam banjir lebih dari 2 meter, sementara endapan lumpur mencapai ketinggian 50 sentimeter.

“Kemarin kami berbagi makan siang kepada warga, kami lanjutkan evakuasi lumpur dan bersih-bersih (di rumah) Jodikromo (seorang kakek berusia 95 tahun, -red) yang hanya tinggal bersama anaknya, pak Saya (pria berusia 62 tahun, -red),” ujarnya.

Pasca Reuni 212, anggota FPI Klaten masih bertahan untuk memberikan bantuan korban banjir. Sementara di saat yang sama, Ahoker masih saja nyinyir terhadap mereka.

Red : Wijati