BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Selasa , 16 Januari 2018

Ustadz Felix Siauw: Dalam Islam Bercanda Boleh, Asal…

AntiLiberalNews | Kiblat – Ustadz Felix Siauw turut berkomentar tentang guyonan komika yang menyinggung agama Islam di acara stand up comedy yang viral belakangan ini. Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, sebenarnya bercanda itu sah-sah saja, selama candaannya tidak mengandung kebohongan.

“Di dalam Islam, bercanda boleh selama tidak berdusta, bahkan dalam acara @YukNgajiID diselipkan candaan hingga peserta kajian tidak bosan dan suasana jadi hidup,” kata Ustadz Felix melalui akun sosial medianya pada Rabu (10/1) sebagaimana dikutip Kiblat.

Dai sekaligus aktivis sosmed itu menjelaskan bahwa sebenarnya tertawa bukan dilarang, asal tidak terlalu banyak hingga jadi mematikan hati sebagaimana disampaikan dalam salah satu Hadist. Dalam urusan yang satu ini, Ustadz Felix menyebutkan bahwa lawakan dan tertawa itu membahagiakan orang.

“Hanya kita harus tahu, di Amerika yang diklaim asalnya, stand-up comedy memang menjadi media kritik sosial, selain ditujukan untuk menghilangkan ketegangan. Para komedian itu lalu menjadikan joke (gurauan, -red) mereka jadi semisal edukasi sosial, tentang isu-isu yang mereka anggap salah, lalu menawarkan (bagaimana) seharusnya,” ungkapnya.

Ustadz Felix menjelaskan bahwa sebagaimana diketahui, kebanyakan orang Amerika tak percaya Tuhan bahkan agama. Maka sebagian besar komedian pun begitu, jiwa seni mereka menolak dibatasi agama.

“Tak jarang mereka jadikan agama sebagai bahan olok-olokan lalu ditertawakan bersama-sama, tentu Kristen dan gerejawan adalah menu utama mereka.

“Mereka menganggap, agama adalah sumber masalah, yang menyebabkan manusia jadi tidak maju, pembodohan terhadap manusia dengan doktrin-doktrinnya,” ungkapnya lagi.

“Sebab bagi kebanyakan komedian, adalah absurd untuk percaya pada agama, bahkan bodoh. Mereka banyak mendewa-dewakan sains dan kemanusiaan. Bahkan ada yang dikenal dengan ‘black comedian‘, bukan karena kulit mereka hitam, tapi materinya dianggap ‘hitam’, yaitu bicarakan yang tabu dan menghina agama.

“Karena itu saya tak heran, kebanyakan stand-up comedian di Indonesia memiliki paham yang sama, kiblatnya sama, hanya tak sebebas orang Amerika dalam mengekspresikan,” jelasnya.

Terakhir Ustadz Felix mengingatkan bahwa ketimbang mengikuti dan mendengar lawakan yang kadang menjadikan agama sebagai bahan guyonan, lebih baik mendengarkan ceramah para Ustadz yang kadang menyelipkan canda dalam ceramah-ceramahnya.

“Masih banyak hiburan yang bermanfaat, misalnya kajian @UstadzAbdulSomad bisa lucu tapi sarat ilmu dan manfaat, nge-fans ulama, malah buat selamat,” pungkasnya.

Red : Wijati